09 Mei 2009

IBU KU DI DOAKAN 2.000 KONSUMEN KAMI

Tadi waktu duduk dikasir saya melayani seorang ibu dan anak gadisnya, sambil menghitung barang belanjaan mereka saya beberapa kali melirik kearah mereka, ibu dan anak gadisnya ini akrab sekali, beberapa kali anaknya membisikan sesuatu kepada ibunya, rupanya dia menginginkan tas kulit buatan cina yang sengaja saya pajang dekat kasir, malu karena keinginannya ga dipenuhi oleh ibunya dia kemudian mencium pipi ibunya setelah membisikan sesuatu dengan gaya merayu khas anak cewe,

ah rasa saya merindukan suasana ini , saya merindukan ibu ku yang 4 bulan ini ga berada dekat kami, karena sakit beliau harus istrahat pasca operasi di Jakarta, saya sangat merindukan wanita yang telah menulari ku rambut ikalnya itu.......

selama 3 minggu menemani mama di Jakarta kami akhirnya permisi pulang untuk melanjutkan perjuangan untuk buka toko lagi, saat dibandara saya bersama adek ku terkantuk-kantuk karena pesawatnya baru akan take off jam 2 dini hari, saat menahan kantuk itu seorang bapak yang kemudian saya kenali sebagai salah satu konsumen “Dua Sekawan” mendekati kami lalu menayakan kenapa toko kami tutup, setelah saya jelaskan bapak tersebut akhirnya maklum dan mengucapkan doa untuk kesehatan ibu saya, setelah landing kami bergegas untuk mengambil barang bawaan kabin, seorang bapak memberi senyum pada kami, kami kenal bapak ini karena selain konsumen kami, beliau adalah juga tetangga, sambil berlalu karena beliau dlm antrian penumpang yang mau keluar, beliau menanyakan kabar ibu ku..., sampai di ruang pengambilan bagasi, kembali kami di hampiri seorang ibu yang menanyakan kenapa toko kami tutup, karena ibu tadi rupanya kerepotan harus kekota untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, setelah saya jelaskan ibu tadi akhirnya maklum dan kembali menitipkan salam dan doa untuk ibu saya, Subhanallah inilah kebiasaan orang ternate yang sangat peduli dengan sesamanya yang sedang mengalami sakit, Ringan sekali lidah mereka untuk mendoakan sesamanya...luar biasa....


Saat berebut bagasi kembali seorang anak muda menghampiri saya, katanya beberapa kali ke toko untuk mengantarkan undangan pernikahan kakaknya tapi toko kami tutup, ada apa kata dia, kembali saya harus menjelaskan, dia menganguk2an kepala bertanda dia mengerti dia juga mendoakan ibu ku biar cepat sembuh, kami masih belum ngeh bahwa peristiwa toko kami tutup begitu besar effect nya bagi konsumen kami dan masyarakat disekitar toko, effect penasaran maksud saya, penasaran kenapa toko tutup begitu lama,.....kembali saat seorang bapak menyapa kami di pintu keluar bandara menuju parkir, ida...ida...ida....dengan setenggah berlari kecil menghampiri kami bapak tadi menayakan........keadaan mama bagaimana??so bae-bae ??? (baca: sudah membaik??) (ini sapaan khas ternate untuk mengungkapkan turut prihatin), Alhamdulillah sudah Om (baca: paman, bukan Om yang gitu2an lho....) kata saya lagi, om ini adalah teman bapak ku dipengajian, waktu mama operasi beberapa kali menelpon keluarga kami untuk menguatkan dan memberi doa, lalu saat diparkiran, pemilik mobil yang ada disamping mobil kami menurunkan kacanya kemudian dari dalam dia mengatakan “syukur e dua sekawan so pulang...torang setenggah mati cari pampers deng anak2 pe susu musti keatas jauh lagi,kong mama so bae-bae, kita ulang-ulang ada pi toko tapi ibu yang ditetangga ada bilang dong pe mama sake (syukurlah dua sekawan sudah pulang kami kesulitan mencari pampers dan susu harus kekota jauh lagi, terus mama sudah baikan, saya ke toko beberapa kali tapi kata ibu tetangga, mama kalian sakit)” kami sangat mengenal bapak berkumis ini karena kalau belanja susu dan pampers bisa pake 2 trolli yang besar. Alhamdulillah pak mama so bae-bae...trimakasih pak....tong kamuka (kami jalan dulu......)

Setelah tiba kami belum langsung buka toko tapi kami istrahat dulu ambil napas dulu, kami juga mengunakan waktu sehari itu untuk mengunjungi pa RT dan tetangga-tetangga yang sudah kami mintai tolong untuk menjaga rumah selama kami berangkat, Subhanallah mereka kembali mengirimkan salam dan doa untuk ibu saya,,,,,biarlah doa-doa ibu bapak sekalian dibalas oleh Allah dengan yang lebih baik.

Tepat jam 11 siang kami mulai buka toko, konsumen kami yang datang seperti belum percaya bahwa kami sudah buka lagi...hari itu transaksi dikasir berjalan sangat lambat dari hari-hari biasanya ini karena setiap konsumen kami tidak langsung keluar saat transaksi mereka selesai tapi menyempatkan ngobrol, bertanya dan mendoakan ibu saya......Subhanallah akan selalu saya ingat senyum mereka dan doa-doa mereka hari itu....rasa empati mereka, luar biasa sekali......
Bahkan setelah seminggu kami buka kembali, transaksi masih tetap berjalan lambat karena mereka menyempatkan diri menitipkan doa untuk ibu ku.....ternyata 4 tahun perjuangan kami meng kasiri toko kami sendiri telah membangun hubungan bukan sekedar hubungan jual dan beli tapi lebih dari itu hubungan emosial yang sangat erat, erat sekali seperti terlukis dari ketulusan doa-doa mereka.............

(Kenapa kok judulnya IBU KU DI DOAKAN 2.000 KONSUMEN KAMI karena Alhamdulillah sehari rata-rata toko kami di kunjungi 2.000 orang dihari-hari biasa dan di saat peak season meningkat lagi, ini survey kecil-kecilan yang saya namakan “mendadak survey” ceritanya sebelum saya berangkat untuk tour 3 kota saya setahun lalu saya memberikan tugas kepada salah 1 karyawan saya untuk menghitung jumlah pengunjung setiap hari dan kegiatan ini berlangsung beberapa bulan).

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum
Ade apa kabar?, lama tak beri koment pada tulisanmu...., mace (ajus:ternate) sdh baikan?, mudah-mudahan Allah memberikan nikmat kesehatan kepada beliau.amin

Salam dari Teluk Bintuni

fero mengatakan...

pelanggan k 2001 sy, yg mendoakan. hwhwhw